Apa Saja Plus dan Minus Perusahaan dengan Market Culture? - MAJALAH EKSEKUTIF (eksekutif.com)

Apa Saja Plus dan Minus Perusahaan dengan Market Culture?

  • Bagikan
Apa Saja Plus dan Minus Perusahaan dengan Market Culture?
banner 468x60


Buat kamu yang memiliki jiwa kompetitif, bisa jadi budaya pasar adalah budaya perusahaan yang cocok untuk kamu berkembang.

Tak bisa dipungkiri budaya perusahaan sering dijadikan pertimbangan utama untuk seseorang memutuskan apakah harus bergabung dalam sebuah perusahaan, atau pegawai ingin bertahan atau berhenti.

Maka dari itu, Eksekutif akan membantu mengenal apakah calon perusahaan atau tempatmu kerja menjunjung budaya pasar atau tidak.

Yuk, simak di bawah ini.

Apa Itu Market Culture?

© pexels.com

Mengutip halaman Apa yang, budaya pasar adalah sebuah budaya perusahaan yang menekankan kompetisi, bukan hanya dengan kompetitor, tapi juga di kalangan karyawannya.

Budaya perusahaan ini sangat “terobsesi” dengan pelanggan. Setidaknya, begitu yang disebutkan oleh konsultan strategi Amerika Serikat, yang kebetulan juga bernama Budaya Pasar.

Bisa dibilang, budaya perusahaan yang berorientasi kepada pasar atau segmen pasar ini adalah yang paling agresif dan kapitalis, dibandingkan keempat budaya kerja lainnya.

Kalau masuk ke dalam perusahaan yang berfokus pada pasar, kamu pasti akan sangat akrab dengan target yang tinggi. Atasan juga menaruh ekspektasi yang tinggi agar kamu mencapainya.

Di sini, prioritas utama adalah mencapai target. Itu sebabnya, konsep Penghargaan dan hukuman sangat umum diberlakukan di perusahaan yang mengadopsi budaya pasar.

Mengingat kompetisinya yang sangat ketat dan tinggi, tak jarang kondisi ini bisa menciptakan suasana “sikut-sikutan” di antara para anggota tim.

Budaya ini adalah kebalikan dari budaya klan. Budaya klan lebih berfokus pada kerja sama antaranggota tim demi mencapai tujuan bersama perusahaan.

Budaya Pasar Nilai Plus

Tekanan yang tinggi dan kompetitif memang bisa membuat beberapa orang stres. Namun, terlepas dari tensi yang tinggi, tetap ada nilai positif dari budaya kerja yang seperti ini.

Mengutip dari bernafas, berikut ini adalah beberapa kelebihan budaya pasar:

1. Potensi keuntungan maksimal

tips dan trik sales

© Freepik.com

Tidak heran kalau budaya pasar bisa membawa keuntungan yang maksimal bagi perusahaan.

Soalnya, semua anggota tim akan berfokus pada pelanggan, hasil, dan pencapaian target. Jelas, pada akhirnya, pendapatan perusahaan jadi jauh lebih cepat terpenuhi.

Apalagi, keberadaan sistem hadiah dan hukuman juga turut memengaruhi ini. Karyawan yang berhasil mencapai target lebih tinggi, biasanya mendapatkan intensif yang lebih tinggi pula.

Ini membuat mereka bisa menghasilkan uang lebih banyak. Baik itu untuk perusahaan ataupun dirinya sendiri.

Inilah yang menjadi motivasi karyawan untuk terus mengejar profit perusahaan.

2. Selalu selangkah lebih maju

keterampilan manajer media sosial

© Unsplash.com

Budaya pasar membuat kamu selalu berorientasi pada memenangkan hati konsumen. Artinya, kamu juga selalu memikirkan cara agar kamu dan perusahaan lebih unggul dibandingkan kompetitor.

Ini akan membuat kamu dan rekan kerja kamu yang lain selalu melakukan riset pasar. Kamu juga akan selalu memahami tren yang sedang terjadi.

Tujuannya, agar kamu selalu punya perencanaan yang matang dan bisa merespons yang terjadi. Inilah yang akhirnya menjadikan kamu selalu selangkah di depan.

Dengan begitu, kamu bisa tetap menjadi yang nomor satu.

3. Karyawan yang termotivasi dan penuh ambisi

pertanyaan interview product manager

© Freepik.com

Budaya kerja yang berorientasi pasar selalu mendorong para karyawannya untuk terus bekerja lebih keras dari hari ke hari.

Salah satu motivasi kerja bisa datang dari melihat para atasan yang melakukan hal serupa.

Hal ini pada akhirnya membuat para karyawannya terus memperbaiki diri dan mempelajari hal baru.

Kurangnya Sistem Budaya Pasar

Setiap pilihan, selalu punya sisi positif juga negatif. Secara umum, mungkin kamu sudah dapat gambaran nilai minus dari budaya yang kompetitif ini.

Persaingan, tuntutan, dan tingkat stres yang tinggi adalah salah satunya.

Berikut ini beberapa kelemahan yang mungkin jadi tantangan jika kamu bekerja di perusahaan yang mengadopsi budaya pasar:

1. Mahal

tips personalisasi email

© Freepik.com

Salah satu ciri utama dari budaya perusahaan yang berorientasi pelanggan ini adalah kewajiban untuk terus “berlari” bersama dengan para kompetitor.

Para pemain di industri serupa harus tetap memperbarui dengan perkembangan terkini, jadi mereka bisa dengan cepat bereaksi terhadap perubahan.

Tujuannya, tentu saja agar tidak menjadi yang nomor dua.

Nah, sayangnya, untuk melakukan hal ini dengan baik biaya yang dibutuhkan untuk melakukan riset pasar tidaklah sedikit.

2. Terbakar habis

bertahan di pekerjaan bukan passion

© Freepik.com

Sedikit banyak, mungkin kamu sudah dapat gambaran mengenai bagaimana persaingan dalam perusahaan yang menganut budaya pasar.

Bagi beberapa orang, tuntutan bekerja secara cepat ini bisa membuat mereka merasa “dikejar-kejar”.

Tuntutan ini juga yang kadang membuat mereka rela untuk bekerja lembur. Bahkan, sampai tak kenal waktu dan mengorbankan kesehatan.

Bukan hanya fisik, kondisi ini juga bisa membuat mental kelelahan. Terbakar habis pun tidak bisa dihindari. Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, produktivitas kamu malah jadi terganggu.

3. Lingkungan kerja yang beracun

apa itu toxic positivity

© Pexels.com

Persaingan yang ketat, “lomba” yang harus selalu dimenangkan, keinginan menjadi yang pertama menjadi beberapa kelemahan dari budaya perusahaan ini.

Sebelumnya sudah sedikit disinggung, bahwa budaya perusahaan yang berfokus pada kompetisi bisa menciptakan suasana kerja yang sikut-sikutan.

Peluang terciptanya lingkungan kerja yang beracun bisa lebih besar dibandingkan budaya perusahaan yang lain.

Belum lagi, kamu juga bisa kesulitan untuk bekerja sama dengan anggota tim karena adanya kepentingan individu.

Untuk kamu yang menyukai tantangan dan kompetisi, mencari pekerjaan di perusahaan yang mengadopsi budaya pasar mungkin langkah yang tepat.

Dengan begitu, kamu bisa terus menantang diri untuk selalu menjadi yang terbaik.

Mencari perusahaan yang punya budaya pasar atau budaya lainnya yang cocok untukmu bisa jadi susah-susah gampang.

Maka itu, tak ada salahnya untuk bergabung ke dalam Komunitas Eksekutif. Di sana, kamu bisa berdiskusi bersama para profesional yang sudah bergabung di perusahaan incaranmu.

Kamu bisa saling berbagai dan diskusi mengenai budaya perusahaan masing-masing. Jadi, kamu lebih punya bayangan soal perusahaan idamanmu.

Tunggu apa lagi? Ayo, daftar sekarang untuk mulai berdiskusi di Eksekutif Community.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *