Kepala sekolah Singapura mengaku tidak bersalah karena melecehkan anak laki-laki Malaysia dengan autisme - MAJALAH EKSEKUTIF (eksekutif.com)

Kepala sekolah Singapura mengaku tidak bersalah karena melecehkan anak laki-laki Malaysia dengan autisme

  • Bagikan
Kepala sekolah Singapura mengaku tidak bersalah karena melecehkan anak laki-laki Malaysia dengan autisme
banner 468x60


Seorang wanita Singapura hari ini mengaku tidak bersalah karena melecehkan seorang anak laki-laki berusia enam tahun dengan autisme saat dia berada di bawah perawatannya di Pusat Pembelajaran Maikidz untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Selangor.

Sharifah Mazlan, yang merupakan kepala pusat pengasuhan anak, juga mengaku tidak bersalah karena memperpanjang kunjungan sosialnya di Malaysia hingga sembilan bulan. Pria berusia 51 tahun itu dibebaskan dengan jaminan dengan jaminan, dan diperintahkan untuk menyerahkan paspornya dan melapor ke kantor polisi setiap bulan.

Sharifah ditangkap pada 3 Oktober, dua hari setelah ayah anak laki-laki itu, Aminuddin Shafiq, menulis tentang insiden itu secara online dan membagikan rekaman CCTV seorang wanita yang mendorong dan melemparkan putranya saat waktu makan.

Karena melecehkan bocah itu, Sharifah dapat didenda hingga RM50.000 (US$12.019) dan penjara hingga 20 tahun. Untuk overstay, dia bisa didenda RM10.000, dipenjara selama beberapa hari, dan dicambuk.

Hakim Norhazani Hamzah memberikan jaminan sebesar RM13.000 dengan satu jaminan untuk pelanggaran di bawah Undang-Undang Anak. Hakim Nur Maizan Rahim memberikan jaminan RM5,000 dengan dua penjamin lokal untuk pelanggaran imigrasi.

Kedua kasus itu diperkirakan akan disidangkan lagi di pengadilan pada 9 Desember.

Cerita lainnya:

Wanita mencampakkan, mendorong anak laki-laki dengan autisme di pusat pembelajaran Selangor (Video)



Sumber Berita
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *