Pagerwangi Dome, Tempat Piknik dan Tenda di Tengah Sejuk Lembang

  • Bagikan
Semakin banyak pilihan spot piknik dan kemah di Lembang, salah satunya di Pagerwangi Dome.


Jakarta, Eksekutif —

Jika ingin berwisata alam setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) usai, Desa Pagerwangi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat bisa menjadi pilihan. Di sana wisatawan bisa berlibur dengan cara piknik bersama keluarga atau teman.

Spot yang dimaksud adalah Kubah Pagerwangi. Lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota membuat wisatawan mudah menemukan objek wisata ini.

Priyo Laksono Utomo, pihak pengelola Pagerwangi Dome saat ditemui CNNIndonesia.com pada Selasa (24/8), mengatakan kalau area seluas 30 ribu meter persegi ini dibangun untuk menghargai nilai-nilai kebudayaan, kreativitas, dan intelektualitas dari almarhum Iskandar Alisjahbana, selaku pemilik yang merupakan anak dari tokoh kesusastraan Indonesia, Sutan Takdir Alisjahbana.

Hanya dengan membayar tiket masuk Rp25 ribu per orang saja, pengunjung dapat bersantai ria dan menikmati nuansa alam yang benar-benar asri.

Pagerwangi Dome terdiri dari area terbuka berupa hamparan hijau dikhususkan untuk aktivitas area bermain anak, tempat piknik keluarga, hingga ruang kreatif dari rumah kayu.

Hamparan rumput luas yang terpelihara serta pohon-pohon pinus yang menjulang, menjadi andalan dari lokasi rekreasi ini. Pas dijadikan tempat piknik bersama keluarga atau teman.

Selain hamparan pinus dan rerumputan yang luas, Pagerwangi Dome juga memiliki satu-satunya bangunan artistik. Seperti namanya, ada bangunan berkubah yang dibangun sejak tahun 1984 yang kini berfungsi sebagai perpustakaan.

Koleksi bukunya cukup beragam, beberapa di antaranya karya sastrawan legendaris, seperti karya Sutan Takdir Alisjahbana, Marah Roesli hingga Armijn Pane. Selain itu, ada juga buku anak-anak dan lainnya. Membaca di tengah suasana teduh dan sejuk tentu saja bakal sangat menyenangkan.

Sedangkan, untuk tempat berkemah ada lima area yang namanya diambil dari berbagai jenis pohon, mulai dari camp Beringin, Surian, Mahoni, Akasia, dan Damar.

Area yang tak kalah penting adalah Rumah Kayu. Bangunan yang berdiri di atas lahan yang dikelilingi barisan pohon damar ini berfungsi sebagai ruang kreatif. Bagi yang ingin bekerja jarak jauh dengan suasana alam yang asri, pengelola sudah menyediakan jaringan internet.

Untuk berkemah, tarif yang dikenakan bagi pengunjung hanya Rp50 ribu per orang/malam. Peralatan kamping boleh bawa sendiri tapi kalau tidak bawa ada persewaan.

“Ada persewaan tenda Rp180 ribu per tenda, untuk empat orang sudah termasuk sleeping bag untuk empat orang,” ujar Priyo, yang juga mengatakan tersedia juga persewaan alat BBQ.

“Untuk menu makanannya bermacam-macam, dengan waktu siang dan malam,” lanjutnya.

Pagerwangi adalah desa di Kecamatan Lembang. Rute perjalanan ke lokasi piknik dan kemah ini bisa dimulai dari Kota Bandung, kemudian ambil jalan menuju Jalan Ciumbuleuit, dan teruskan perjalanan sampai ke daerah Punclut.

Setelahnya, ikuti terus Jalan Punclut sampai Jalan Pagermaneuh. Sesudah bertemu pertigaan ambil arah kanan menuju Jalan Sukanagara. Pagerwangi Dome berada di sebelah kanan dan memiliki lahan parkir yang cukup luas.

Perlu dicatat, pengunjung wajib melakukan pemesanan tempat sebelum kedatangan, demi membatasi jumlah pengunjung dalam rangka protokol kesehatan pencegahan virus corona.

“Karena kita ada kuota jumlah orang piknik per hari dan hanya terima booking piknik minimal H-1,” kata Priyo.

Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.

Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.

[Gambas:Instagram]

(hyg/ard)

[Gambas:Video CNN]


.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tak Hanya Produk Branding, Media Massa Pun Dipalsukan Seperti Majalah EKSEKUTIF ini