Profil Anwar Ibrahim: Dipecat Mahathir, Sodomi ke PM Malaysia

  • Bagikan
Profil Anwar Ibrahim: Dipecat Mahathir, Sodomi ke PM Malaysia


Jakarta, Eksekutif – Anwar Ibrahim resmi menjadi perdana menteri (PM) ke-10 Malaysia. Ini merupakan puncak setelah penantian 25 tahun.

Ia ditunjuk langsung oleh Raja Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Kamis (24/11/2022). Pemilu yang tidak bisa mencapai suara mayoritas menjadikan Sultan turun langsung.

Lalu bagaimana profil Anwar Ibrahim?

Anwar Ibrahim atau yang juga disapa DSAI (Dato Sri Anwar Ibrahim) bukan wajah baru dalam perpolitikan Malaysia. Ia dikenal merupakan sebagai tokoh reformasi, yang berhaluan islam moderat.

Ia memulai karir politiknya pada tahun 1982. Saat itu, ia memutuskan untuk bergabung dengan partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Saat UMNO mendapatkan kursi pemerintahan dengan PM Mahathir Mohamad, ia beberapa kali mendapatkan posisi di kabinet. Multi dari Menteri Pemuda, Kebudayaan, dan Olahraga serta menjadi Menteri Pertanian, Menteri Pendidikan, Menteri Keuangan hingga Wakil PM.

Karier politik anwar tak selamanya mulus.Ia bersitegang dengan Mahathir Mohamad tentang bagaimana menangani krisis keuangan Asia 1997-1998.

Mahathir memecat Anwar kala itu. Di saat yang sama, ia juga dikeluarkan dari partai mereka UMNO.

Skandal juga menggeluti dirinya. Ia didakwa melakukan korupsi dan sodomi.

Dia dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena korupsi pada tahun 1999. Karena kasus sodomi, ia mendapat tambahan hukuman sembilan tahun.

Kasus sodomi ini pun bukan yang pertama. Di 2008 ia kembali terkena kasus yang sama, di mana ia kembali dipenjara.

Anwar mengklaim bahwa apa yang terjadi ke dirinyaa adalah penganiayaan politik. Protes jalanan juga meletus dan berkembang menjadi gerakan yang menyerukan reformasi demokrasi.

Mahkamah Agung Malaysia kemudian membatalkan hukuman sodomi Anwar. Ia pun diminta dibebaskan.

Di 2018, Anwar bersekutu dengan Mahathir selama pemilu. Ini terjadi kala keduanya menantang petahana Najib Razak, yang terperosok dalam skandal keuangan 1MDB bernilai miliaran dolar.

Aliansi mereka mencetak kemenangan bersejarah melawan UMNO dan Najib, yang kini menjalani hukuman penjara 12 tahun karena korupsi. Mahathir menjadi PM untuk kedua kalinya, dengan kesepakatan untuk menyerahkan jabatan kepada Anwar nanti.

Sayangnya, Mahathir tidak pernah memenuhi pakta itu. Aliansi mereka runtuh setelah 22 bulan, meninggalkan Anwar dengan tangan kosong lagi.

“Perselisihan Mahathir-Anwar telah mendominasi dan membentuk politik Malaysia selama empat dekade terakhir,” kata analis setenmpat dari Pusat Penelitian Pasifik Malaysia, Oh Ei Sun.

“Bergantian membawa keputusasaan dan harapan, kemajuan dan kemunduran dalam pemerintahan negara.”

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Media Malaysia Sebut Anwar Ibrahim Resmi Jadi PM Baru

(sef/sef)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terhubung Dengan Kami
Link Asli adalah EKSEKUTIF.com - Hati-Hati Dengan Jurnalis Yang Mengaku Majalah Eksekutif. Organik kami berintegritas. Mematuhi kode etik Dewan Pers. Memiliki ID Card majalah eksekutif. JIka kurang yakin, silahkan WA 0816-1945-288 untuk konfirmasi.
Tak Hanya Produk Branding, Media Massa Pun Dipalsukan Seperti Majalah EKSEKUTIF ini