Sama Pentingnya dengan SEO, Kontenmu juga Butuh Social Media Optimization (SMO) - MAJALAH EKSEKUTIF (eksekutif.com)

Sama Pentingnya dengan SEO, Kontenmu juga Butuh Social Media Optimization (SMO)

  • Bagikan
Sama Pentingnya dengan SEO, Kontenmu juga Butuh Social Media Optimization (SMO)
banner 468x60


Bagaimana caranya agar konten-kontenmu di media sosial dapat menjangkau audience dengan efektif? Social media optimization atau SMO adalah salah satu strategi social media marketing yang bisa kamu gunakan.

Menurut laporan yang dirangkum oleh Hootsuite dan We Are Social, saat ini ada 3,499 miliar pengguna media sosial aktif di seluruh dunia.

Kamu memiliki kesempatan untuk menjangkau para pengguna aktif ini, tetapi kamu perlu mengoptimalkan media sosialmu untuk melakukannya.

Bagaimana caranya? Yuk, cari tahu selengkapnya!

Apa Itu SMO?

© Cepeu.pe

SMO atau social media optimization adalah penggunaan jaringan media sosial untuk mengelola dan meningkatkan brand exposure dan engagement.

Menurut Investopedia, pengoptimalan media sosial dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran akan produk dan layanan baru, terhubung dengan pelanggan, dan mengurangi potensi berita yang merusak.

Konsep optimasi ini mirip dengan SEO. Kamu perlu mencari tahu konten apa yang dicari audience, melihat platform media sosial mana yang cocok untuk brand-mu, dan menjalankan strategi marketing yang sesuai.

Tujuan dari optimasi ini adalah menampilkan kontenmu di depan lebih banyak audience.

Optimasi ini juga memberikan beberapa keuntungan untuk brand-mu.

  • Meningkatkan visibilitas dan reach konten sehingga menghasilkan engagement yang lebih besar (click, traffic, dan sebagainya).
  • Menilai ROI keseluruhan dan hasil social media marketing-mu seperti penjualan dan brand awareness.
  • Mengembangkan proses yang konsisten untuk membuat konten yang siap berperforma baik terhadap brand-mu.

Langkah-Langkah Melakukan SMO

© Freepik.com

1. Analisis audience-mu

Langkah pertama untuk melakukan SMO menurut Alexa adalah menganalisis audience-mu terlebih dahulu.

Seperti disebutkan di atas, kamu harus memilih platform media sosial yang tepat, artinya platform yang paling sering digunakan oleh audience-mu.

Pada langkah ini, tujuanmu adalah menemukan platform media sosial apa yang digunakan audience dan di mana mereka ingin brand-mu berada.

Ini juga merupakan langkah yang baik untuk mencari tahu engagement media sosial yang kamu gunakan saat ini. Platform media sosial apa yang kamu gunakan saat ini dan bagaimana kinerjanya?

Beberapa mungkin menghasilkan cukup banyak engagement, sementara yang lain menghasilkan banyak traffic langsung ke website-mu.

Kamu bisa menggunakan berbagai tools seperti Alexa untuk melakukan analisis ini.

2. Lakukan analisis kompetitor

Langkah selanjutnya untuk melakukan SMO adalah melakukan analisis kompetitor.

Berapa banyak engagement media sosial yang kamu lihat jika dibandingkan dengan kompetitor?

Jenis konten apa saja yang efektif (atau tidak efektif) untuk kompetitormu atau brand lainnya di industrimu?

Kamu perlu mencari tahu bagaimana brand-mu menghadapi persaingan. Ini akan memudahkanmu untuk merancang strategi optimasi yang paling efektif.

3. Bangun strategi berdasarkan hasil analisis

Setelah kamu memahami audience-mu dan mendapatkan beberapa insight tentang kompetitor, langkah selanjutnya untuk melakukan adalah merancang strategi yang akan digunakan.

Strategi adalah kunci dari SMO. Rancanglah strategi yang jelas untuk membantumu mencapai tujuan yang ingin dicapai.

4. Eksekusi strategi

Setelah merancang strategi yang akan dijalankan, langkah selanjutnya adalah mengeksekusi strategi tersebut.

Sebuah strategi SMO dijalankan oleh sebuah tim, termasuk mereka yang berada di balik SEO marketing dan content marketing.

Mereka perlu bekerja sama dengan social media manager dan community manager untuk menjalankan strategi tersebut.

Optimasi media sosial sangat selaras dengan optimasi search engine. Sehingga, tim ini perlu bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, dan memastikan pesan yang disampaikan kepada audience serupa di setiap platform.

Ketika brand-mu memposting sebuah konten di Instagram, kamu dapat mengarahkan audience ke artikel blog atau landpage website jika mereka menginginkan informasi lebih lanjut.

5. Analisis hasil dan lakukan penyesuaian jika diperlukan

Setelah strategi SMO dijalankan, hasil harus dianalisis dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.

Dalam strategi awalmu, jelaskan seberapa sering kamu akan memeriksa hasilnya. Dengan begitu, kamu tidak akan menebak-nebak kapan waktu yang tepat untuk melakukan penyesuaian.

Tools untuk SMO

© Picjumbo.com

Kamu memerlukan tools yang tepat untuk melakukan SMO. Saat ini ada sejumlah tools yang dapat membantumu melakukan optimasi di media sosialmu. Berikut beberapa tools yang bisa membantumu.

  • Aplikasi penjadwalan media sosial seperti Buffer, MeetEdgar, Sprout Social, dan Later.
  • Audience dan keyword research tools seperti Alexa.
  • Aplikasi optimasi marketing seperti Marketo, HubSpot, dan Salesforce.
  • Tools desain grafis seperti Canva dan PicMonkey.

Pengoptimalan media sosial adalah pilar penting dari setiap strategi social media marketing yang baik. Media sosial bukanlah area yang terpisah dan tertutup.

Media sosial terkait erat dengan hasil pencarian. Sehingga, ada banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk mengoptimalkan platform media sosialmu untuk hasil yang lebih baik.

Kamu bisa belajar lebih banyak lagi mengenai strategi social media marketing dengan mengitui berbagai kelas marketing dari Eksekutif ExpertClass, lho.

Melalui kelas-kelas ini kamu bisa belajar dan bertanya seputar marketing langsung kepada para profesional sesuai dengan bidang keahliannya.

Yuk, klik di sini untuk cari dan daftar kelas marketing Eksekutif ExpertClass yang sesuai dengan kebutuhanmu!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *