Siap-siap! Papan Perdagangan New Economy Muncul di November

  • Bagikan
Siap-siap! Papan Perdagangan New Economy Muncul di November


Jakarta, Eksekutif – Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal melakukan assessment terhadap emiten yang layak dikategorikan sebagai new economy. Proses ini dilakukan sebagai rangkaian pengembangan papan perdagangan dengan klasifikasi new economy atawa ekonomi baru.

“Terkait dengan daftar perusahaan yang akan masuk ke Papan New Economy, akan kami lakukan assessment, kemudian mengikuti jadwal pindah papan yaitu pada bulan November 2022,” terang Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna, Jumat (23/9/2022).

Jika tak ada aral melintang, maka peluncuran papan new economy telah sesuai dengan hasil koordinasi dengan OJK dan SRO lain. Proyek ini dijadwalkan selesai pada Semester II tahun 2022 ini.

Nantinya, ada kriteria umum yang memungkinkan saham emiten anyar dicatatkan di papan Ekonomi Baru ini. Salah satunya, yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi.

Kriteria selanjutnya adalah, emiten yang bersangkutan menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi produk atau jasa yang meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi serta memiliki kemanfaatan sosial yang luas.

Terakhir, masuk ke dalam bidang usaha yang sedang berkembang yang ditetapkan lebih lanjut melalui Surat Edaran Bursa.

“Terkait penentuan besaran nilai atau persentase dari aspek pertumbuhan pendapatan yang tinggi, kami berencana untuk mengatur lebih lanjut dalam aturan turunan atau dalam bentuk kebijakan dari peraturan yang bersangkutan,” terang Nyoman.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Pasca libur Lebaran, IHSG Rontok 4,42% ke Bawah 7.000

(dhf/dhf)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terhubung Dengan Kami
Link Asli adalah EKSEKUTIF.com - Hati-Hati Dengan Jurnalis Yang Mengaku Majalah Eksekutif. Organik kami berintegritas. Mematuhi kode etik Dewan Pers. Memiliki ID Card majalah eksekutif. JIka kurang yakin, silahkan WA 0816-1945-288 untuk konfirmasi.
Tak Hanya Produk Branding, Media Massa Pun Dipalsukan Seperti Majalah EKSEKUTIF ini