Wanita yang bangun dari koma karena TikTok FOMO menjadi film puncak di TV Indonesia

  • Bagikan
Moments before a character in an Indonesian TV movie waking up from a coma due to TikTok FOMO. Photo: Indosiar


FOMO adalah motivator yang kuat, dan TikTok FOMO rupanya dapat menyentak seseorang dari koma, menurut film TV Indonesia yang sangat absurd.

Film TV dan sinetron Indonesia berbiaya rendah dikenal karena alur cerita yang tidak masuk akal, yang diyakini banyak orang sebagai strategi pemasaran viral, dan jaringan TV Indosiar telah meraih emas dalam hal itu setelah klip berikut dari TV baru-baru ini. film menjadi sangat viral.

Untuk meringkas, klip tersebut menunjukkan seorang wanita dalam keadaan koma sementara suami dan putrinya merenungkan kapan dia akan bangun. Putrinya kemudian berteori bahwa, mungkin, dia akan bangun jika mereka membuat video TikTok tanpa dia. Jadi dia melakukannya, dengan kata-kata pasca-koma pertamanya adalah, “mengapa kalian melakukan tarian TikTok tanpa saya?”

Anda mungkin putus asa untuk beberapa konteks di sini, jadi kami melakukan bagian yang sulit dan menonton film yang sebenarnya. Maksud kami, kami melewatkan sebagian besar untuk memahami ketukan utamanya. Singkatnya, seperti inilah yang terjadi:

  • Wanita yang terobsesi dengan TikTok, diduga memiliki impian menjadi bintang TikTok
  • Dia mengabaikan keluarganya sampai-sampai dia membakar hidangan cumi yang dia masak untuk mereka karena dia sedang melakukan tarian TikTok.
  • Dia dikejar oleh preman karena suatu alasan, dan kemudian tertabrak mobil
  • Dia merekam video permintaan maaf sebelum mengalami koma
  • Isyarat adegan pemulihan koma yang terkenal
  • Wanita belajar pelajarannya, meninggalkan hari-hari lamanya yang obsesif dan TikToks bersama keluarganya mulai sekarang.

Film ini menjadi perbincangan di Indonesia beberapa hari ini.

Dari pada mengucapkan doa [for the woman in the coma], mereka memberinya musik TikTok

Indosiar ingin viral sehingga menjadikan tema TikTok ini sebagai strategi pemasaran. Selanjutnya ceritanya akan didasarkan pada seorang YouTuber

Akankah hal ini menginspirasi penelitian bertajuk ā€œEfektifitas Terapi Tari TikTok terhadap Kesadaran Pasien ICUā€, Indosiar?

Di atas semua itu, film tersebut dikatakan berdasarkan kisah nyata. Kami yakin akan sangat senang bertemu keluarga ini untuk pertarungan TikTok jika memang begitu.

Baca berita terbaru tentang Kelapa Jakarta

Jika Anda ingin membagikan pendapat Anda secara gratis di Internet, mengapa tidak melakukannya untuk mendapatkan kesempatan memenangkan beberapa hadiah menarik? Ikuti Survei Pembaca Kelapa 2021 kami sekarang!



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tak Hanya Produk Branding, Media Massa Pun Dipalsukan Seperti Majalah EKSEKUTIF ini